LatarBelakanginididasariprinsipkerjasamamerupakansifatdasarkebutuhansuatunegarauntukmemenuhikepentingannasionalsertamemenuhikebutuhansuatunegara yang belumbisaterpenuhi. Indonesia-Australia sudahmelakukankerjasama bilateral ekonomisejak1949 .Kebutuhandalampermintaandanpenawarandagingsapinasionalmemaksa Indonesia untukberfikirulangbagaimanacaramenggembangkanIndustripeternakansapiberstandarinternasionalsehinggamemenuhipasokandalamnegeri. khususnyadalambidangdagingsapiitusendirimelaluikerangkaekonomiComperhensive Economic Partnership Agreements (CEPA). Didalam CEPA itusendiriterdapatruanglingkupcangkupansalahsatunyaRed Meat & Cattle Partnershipsitusendirimasukkedalamworking group cooperation.
Penelitianinimelihatdariperkembangankebijakanpemerintahmelalui program Indonesia Australia Cattle Breeding, keduanegarasama-samaberkomitemenuntukmembangunindustripeternakansapiIndonesia.Australiamemberikan Dana Hibahdenganjumlah total US$ 60 juta dollar. Tujuan di buat program inisendirimembangun Capacity Building industrisapi Indonesia sertaefesiensihargasapi.Hasilpenelitianmenyimpulkanbahwadenganadanya program inisudahbanyaksapi-sapipembiakan yang mempunyaiberatdiatas 350 gram sekitarsalahsatunya PT.CAP yang memilikikeberhasilansetaradengansapi Australia.
Kata Kunci :IA-CEPA, Red Meat & Cattle Partnerships, Hibahdari Australia, Program IA-CCB.